Atikaya , Trisirah dan Lawa

Atikaya
Dalam wiracarita Ramayana, Atikaya (Sansekerta: अतिकया; Atikayā) adalah putera Rahwana dengan istri keduanya, Danyamalini. Atikaya merupakan adik Indrajit dan bertenaga sangat kuat. Ia belajar segala rahasia dalam ilmu memanah dan mendapat senjata ilahi dari Dewa Siwa ketika ia menangkap Trisula Dewa Siwa di Gunung Kailasha.

Meski kekuatannya sangat luar biasa, ia dibunuh oleh Laksmana dengan senjata Brahmastra, panah sakti pemberian Dewa Brahma. Cara tersebut diberitahu oleh Dewa Bayu atas bujukan Dewa Indra, sebab Atikaya memakai baju zirah tak terdandingi yang didapat dari Dewa Brahma. Satu-satunya cara untuk menghancurkan baju zirah tersebut adalah dengan menggunakan senjata Brahmastra. Kisah kematiannya dimuat dalam kitab Yuddhakanda.

Trisirah
Trisirah (bahasa Sansekerta: त्रिसिर; Trishira) merupakan anak Prabu Dasamuka (Rahwana), Raja Alengka. Ia merupakan adik Indrajit. Namanya dalam bahasa Sansekerta berarti “(Dia) Yang memiliki tiga kepala”.

Ia bertarung dengan Rama dan menyerang dengan ratusan panah. Menerima serangan itu, Rama berkata bahwa panah yang dilepaskannya tidak terasa apa-apa melainkan seperti bunga yang ditaburkan ke tubuh Rama. Kemudian pertarungan diakhiri, dan akhirnya Rama berhasil membunuh Trisirah.

Lawa
Lawa (Sanskerta: लव), dan saudara kembarnya yang bernama Kusa, adalah putera-putera dari Rama dan Sita, yang diceritakan dalam kitab Ramayana. Menurut legenda, ia merupakan pendiri kota Lahore. Lawa dan Kusa lahir setelah Sita dibuang ke tengah hutan oleh Rama, dalam keadaan hamil tua. Di masa pembuangan, Sita tinggal di asrama Walmiki. Disanalah Lawa dan Kusa lahir. Mereka dididik oleh Walmiki dalam ilmu sastra maupun ilmu militer.

Ketika Rama menyelenggarakan Aswamedha Yadnya, Lawa dan Kusa menantang Rama (yang tidak mengetahui identitas mereka) untuk berduel dengan taruhan kuda sebagai pelengkap upacara Aswamedha Yadnya. Ketika Rama mengetahui siapa Lawa dan Kusa sebenarnya, ia mengajak mereka ke Ayodhya.

Lawa dan Kusa tumbuh sebagai pemimpin besar seperti ayah mereka. Kemudian mereka mendirikan kota Lahore and Kasur.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s